Kompetensi Kerja

Secara etimologis kata “kompetensi” ini diadaptasi dari bahasa Inggris, yakni “competence” atau juga “competency” yang artinya adalah kecakapan, kemampuan, serta wewenang.  Secara umum, pengertian kompetensi ini merupakan suatu kemampuan atau kecakapan yang dipunyai oleh seseorang di dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau tugas pada bidang tertentu, sesuai dengan jabatan yang disandangnya.

Kompetensi adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan standardisasi yang diharapkan (Badan Nasional Sertifikasi Profesi , 2014).

Kompetensi berkaitan dengan sikap (apa yang dikatakan dan dilakukan seseorang) yang menunjukkan performa seseorang baik atau buruk. Banyak sekali studi dan penelitian yang membahas tentang kompetensi di dunia kerja ini.

Saat memasuki dunia kerja, sebagai seorang pencari kerja seringkali diharapkan memiliki kompetensi tertentu atas posisi pekerjaan yang kita apply. Hal ini menjadi acuan bagi perusahaan untuk tahu kemampuan kerja kita sebagai calon karyawan.

Pada dunia kerja, kompetensi dibutuhkan untuk mengetahui tipe pekerjaan seperti apa yang tepat bagi seseorang. Apabila kompetensi atas diri seorang karyawan telah diketahui maka perusahaan pun mampu membantu untuk mengembangkan pribadi melalui training atau pelatihan tertentu. Selain itu, kompetensi yang dimiliki seorang karyawan mampu menjadi petunjuk bagi perusahaan untuk mengetahui sejauh mana ia mampu menampilkan diri dan memberikan hasil kerja optimal untuk perusahaan

Menurut UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan: pasal 1 (10), “Kompetensi adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan”. Kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus yang memungkinkan seseorang menjadi kompeten, dalam arti memiliki pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai dan sikap dasar untuk melakukan sesuatu. Kebiasaan berpikir dan bertindak itu didasari oleh budi pekerti luhur baik dalam kehidupan pribadi, sosial, kemasyarakatan, keberagamaan, dan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Jenis-Jenis Kompetensi
Dibawah ini adalah jenis-jenis kompetensi yaitu sebagai berikut:

1. Core Competencies/kompetensi utama
Kompetensi utama adalah sebuah kompetensi yang didefinisikan sebagai kemampuan internal yang sangat penting bagi keberhasilan bisnis. Kompetensi ini adalah kompetensi diharapkan dimiliki semua individu dalam organisasi. Kompetensi ini mendefinisikan tentang nilai-nilai organisasi yang paling di pahami oleh kebanyakan orang. tujuan bagi kompetensi bagi individu adalah agar ia bisa bekerja dalam beragam posisi di dalam organisasi.

2. Threshold competencies
Threshold Kompetencies adalah karakteristik setiap pemegang pekerjaan sehingga bisa melakukan pekerjaan secara efektif, tetapi tidak dapat di gunakan seorang yang berkinerja tinggi, rata-rata, atau rendah. Misalnya, penjual yang baik harus memiliki kemampuan yang memadai tentang peroduk yang mereka jual, tetapi pengetahuan ini tidak selalu cukup untuk memastikan performa penjualan mereka.

3. Differentiating Copetencies
Differentiating Copetencies adalah karakteristik yang membedakan individu berkinerja superior dengan yang rata-rata. Differentiating Copetencies tidak ditemukan dalam individu yang berkinerja rata-rata. Misalnya individu yang bekerja di bidang desain memiliki Differentiating Copetencies dalam mendesain yang membuatnya lebih unggul.

Manfaat Kompetensi
1. Bagi Karyawan
* Adanya kesempatan bagi karyawan mndapat pendidikan dari pelatihan standar yang ada.
* Member nilai tambah pada pembelajaran dan pertumbuhan.
* Meningkatkan keterampilan dan marketability sebagai karyawan.
* Kejelasan relevansi pembelajaran sebelumnya.
* Pilihan perubahan karir.
* Penempatan sasaran sebagai sarana pengembangan karir.
* Penilaian kinerja yang lebih objektif

2. Organisasi/perusahaan
* Meningkatakan efektivitas rekrutmen dengan cara menyesuaikan kometensi yang diperlukan dalam pekerjaan yang memiliki pencarian kerja.
* Pendidikan dan pelatihan dapat di fokuskan pada kompetensi yang diinginkan perusahaan.
* Penilaian terhadap hasil pendidikan dan pelatihan akan lebih handal dan konsisten.
* Pengambil keputusan akan lebih percaya diri karena karyawan memiliki ketrampilan.
* Mempermudah terjadinya perubahan melalui identifikasi kompetensi yang diperlukan untuk mengelola perusahaan.

3. Industry
* Identifikasi dan oenysuaian lebig baik atas ketrampilan yang di butuhkan untuk industry.
* Akses yang lebih besar terhadap pendidikan dan pelatihan sector publik yang relevan dengan industry.
* Mendorong pengembangan ketrampilan yang lebih luas dan relevan di masa depan.
* Pelatihan industry melalui sertifikat pencapaian kompetensi individu.
* Ditetapkannnya dasar pemahaman yang umum dan jelas atas hasil pendidikan dan percaya diri yang lebih besar karena kebutuhan industry telah terpengaruh sebagai basil penilaian berbasis standar.

5.Ekonomi daerah dan nasional
* Meningkatkan bentuk ketrampilan untuk besaing di pasar domestic dam internasional.
* Mendorong investasi internasional baru pada industry dimana angkatan kerja terampil sangat diperlukan.
* Lebih efisien dari segi biaya karena dengan pekerjaan yang memiliki kompetensi efisien perekonomian dapat di wujudkan.

Sumber:
1.https://pendidikan.co.id/pengertian-kompetensi/
2.http://kompetensi.info/kompetensi-kerja/apa-itu-kompetensi.html
3.https://pakdosen.pengajar.co.id/kompetensi-adalah/